Sulitnya Menjadi Orang Dewasa Karena Dibutuhkan Aksi Bukan Sekedar Ucapan

Sulitnya Menjadi Orang Dewasa Karena Dibutuhkan Aksi Bukan Sekedar Ucapan

Banyak orang kadang saking inginnya memiliki hidup yang layak, memiliki hidup yang berkecukupan, mendapat hidup yang tidak kekurangan, dan bahagia, orang bisa mengorbankan apa saja. Orang bisa menjadi sangat berbeda. Bisa sangat baik atau bisa menjadi sangat licik. Tergantung kebutuhannya apa. Orang bisa senekat itu, saking menginginkan sesuatu yang mendunia. Dan itu sudah menjadi watak manusia. Dan sudah memang ada di darah manusia, kalau mereka terus merasa tidak puas. 

Sulitnya Menjadi Orang Dewasa Karena Dibutuhkan Aksi Bukan Sekedar Ucapan

Manusia akan selalu merasa tidak puas. Semakin banyak dia dapatkan, semakin baik dia dapatkan, semakin besar keinginan untuk bisa mendapatkan lebih dan lebih lagi. Sampai lupa memperhatikan diri sendiri dan orang di sekeliling kita. Sampai lupa apa yang kalian butuhkan, hidup seperti apa yang ingin kita jalani, apa tujuan kita dalam hidup. Mau menjadi seperti apa kita nantinya. Kadang kita lupa akan semua itu, sehingga perlu sebuah tamparan untuk menyadarkan atau membangunkan kita dari mimpi yang panjang. 

Tidak semua orang bisa melakukannya. Karena memang berat. Semakin dewasa, semakin banyak rintangan yang dihadapi. Semakin kita bertambah tua. Semakin sulit rintangan yang kita hadapi. Semakin rumit masalah-masalah yang bermunculan. Sehingga kita merasa wah tidaklah mudah menjadi orang dewasa. Ada banyak hal yang harus kita jalani, lewati. Ada banyak hal yang harus kita korbankan. Belajar ikhlas, belajar untuk tidak berekspektasi tinggi, belajar toleransi, belajar menerima. Mungkin saat masih muda kita tahu hal tersebut, kita sudah tahu pembelajaran hidup dimana kita harus ikhlas, menerima, legowo, memaafkan, sabar, dan lain sebagainya. Tapi kita tidak melakukannya.

Ketika dewasalah kita baru berkesempatan untuk melakukan semua itu. Saat dewasalah barulah kita harus eksekusi. Harus melakukan itu semua. Tidak hanya membaca, mendengarkan, atau mengomentari. Tapi ini benar-benar harus ada aksi, harus ada tindakan nyata dari apa yang kita ucapkan dan kita tahu. Saat dewasa, aksi dan tindakan nyatalah yang dibutuhkan bukan omongan manis, janji manis. Dan itu tidak semua orang bisa melakukannya.