Plus Minus Dari Pernikahan Muda Dari Sudut Pandang Wanita

Plus Minus Dari Pernikahan Muda Dari Sudut Pandang Wanita

Banyak sekarang orang melakukan pernikahan ada yang karena memang sudah pengen nikah, pengen cepat punya anak, nurutin kemauan orang tua. Ada juga karena tidak ingin pasangannya di ambil orang, sehingga lebih baik segera di sahkan. Ada berbagai alasan, sampai ada juga karena sudah hamil duluan. Tapi mau apa pun alasan nya, apa pun alasan nikah muda. Tetap kalian harus siap secara lahir dan batin.

Plus Minus Dari Pernikahan Muda Dari Sudut Pandang Wanita

Sebenarnya tidak masalah dengan nikah muda. Karena setiap orang memiliki perspektif hidup beda-beda. Ada yang lebih senang kekeluargaan. Yang tujuan hidup nya ya untuk berkeluarga, dan hidup bahagia. Ada juga yang ingin mengejar cita-citanya, ingin melakukan traveling dan ingin fokus pada karirnya. Berbeda orang, berbeda pola pikir. Jadi apa pun hasilnya, kita harus menghargai. Sehingga tidak ada masalahnya nikah muda atau nikah dengan usia yang sudah matang. Ujung-ujungnya pun yang akan dilihat adalah kesiapannya.

Apakah dia sudah siap lahir dan batin. Apakah dia sudah siap menikah, dan memfokuskan atau memprioritaskan keluarganya, bukan soal dirinya sendiri lagi. Karena pernikahan adalah sesuatu yang sakral, dan bukan hubungan yang main-main. Jadi kalian harus berpikir matang-matang soal menikah. Jangan sampai karena cinta saja dan menikah. Karena menikah tidak sesimpel itu. Cinta bisa muncul kapan saja, bisa hilang kapan saja. Tapi saat menikah yang dibutuhkan tidak hanya cinta, tapi juga komitmen. Bagaimana komitmen anda. Dan untuk sebagian besar wanit yang melihat nikah muda, sebenarnya sah-sah saja. Dan tidak ada masalah.

Wanita selalu mempertimbangkan beberapa hal dalam menikah. Menikah muda, bisa memberikan kesempatan untuk orang tua bisa lebih dekat dengan anak. Dalam artian, saat diberikan anak, gap usia anak dan orang tua tidak lah terlalu jauh. Jadi saat anak dewasa, orang tua belum terlalu tua untuk itu, sehingga masih bisa menikmati masa perkembangan anaknya, dan masih sempat melihat anaknya menikah dan nantinya dia memiliki cucu. Dan di sisi lain, yang menjadi bahan pertimbangan adalah, saat menikah muda, akan ada banyak cita-cita atau harapan yang dikorbankan.